Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pentingnya Batas Wilayah Demi Keselarasan Bernegara

Cibinong, Berita Geospasial - Informasi Geospasial (IG) merupakan informasi yang sangat penting untuk sebuah negara terutama dalam merencanakan pembangunan nasional, baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Termasuk dalam hal penataan batas wilayah. Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk kepulauan dengan wilayah perairan yang memisahkannya, dengan bentuk geografis tersebut membuat Indonesia memiliki batas perairan dan batas darat.

Pengelolaan perbatasan memiliki nilai strategis bagi suatu Negara dalam mendukung keberhasilan pembangunan, hal tersebut di karenakan kawasan perbatasan merupakan representatif nilai kedaulatan suatu negara, bermula dari kawasan perbatasan akan mendorong perkembangan ekonomi, sosial budaya dan kegiatan masyarakat lainnya yang akan saling mempengaruhi antara negara, sehingga berdampak pada strategi keamanan dan  pertahanan negara.

Untuk itu, Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penataan Batas Wilayah, pada tanggal 13-17 Maret 2017, bertempat di Balai Diklat Geospasial BIG, Cibinong. Pembukaan diklat dihadiri oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati; Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPPKS) BIG, Wiwin Ambarwulan; Kepala Balai Diklat Dadang Arifin; dan Kepala Seksi Materi dan Kurikulum Diklat BIG, Vincentia Anastasia Catur Puriningsih. Diklat ini dibuka oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati.

Dalam pembukaan dan pengarahan Diklat ini, Titiek menyampaikan bahwa penataan batas wilayah benar-benar penting. Titiek menyampaikan perihal batas desa, bahwa penataan batas desa dapat dibantu dengan adanya peta skala besar seperti 1:5000, 1:1000. Penataan ini juga sudah diatur dalam Kementerian Dalam Negeri. PP penataan desa dan kabupaten juga sudah ada ada peraturannya. Peraturan-peraturan itu harus dipelajari bagi setiap pelaksana”, imbuhnya. Dalam Diklat Penataan Batas Wilayah ini, selain belajar terkait teori, dilakukan juga dengan studi kasus dan proposal untuk memahami secara mendalam pembelajarannya dari para widyaiswara. “Peserta Diklat diharapkan mengikuti pembelajaran sebaik-baiknya.”pesan Titiek kepada para peserta.

Tak lama setelah membuka Diklat Penataan Batas Wilayah ini, Titiek Suparwati menyematkan name tag kepada perwakilan 2 peserta Diklat, Muhammad Akhsani Fauzan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan Indri Puspa Ningrum dari dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kab. Kutai Timur sebagai tanda dimulai kegiatan Diklat secara resmi.

Adapun nama-nama peserta Diklat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jaka Suryanta – Badan Informasi Geospasial

2. Drs. Turmudi – Badan Informasi Geospasial

3. Ibnu Sangka, S. So. – Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kab. Kutai Timur

4. Indri Puspa Ningrum – Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kab. Kutai Timur

5. Muhammad Irfani – Bidang KSDA Wilayah 1 Bogor

6. Oni Hidayati – Dinas Pertanian Kota Bogor

7. Bukhori Muslim, ST – Dinas Pekerjaan Umum dan Petanaan Ruang Kab. Pati

8. Kuat Sudarso, ST – Bidang Penataan Ruang DINPERKIM Kab. Banyumas

9. Akhmad Jarkawi, S.STP – Pemerintahan Kab. Banjar

10. M. Supriyansyah, S.ST - Pemerintahan Kab. Banjar

11. Yudho Amboro – Bagian Otonomi Daerah Kab. Pasuruan

12. Muhammad Ahsani Fauzan – Dinas Kertanskop dan UKM Kab. Tanah Bumbu

13. Siti Hafsah, ST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Indragiri Hilir

14. Amin Saefudin – Pemerintahan Kab. Kebumen

15. Rendra Apryanto – Kementerian Agraria Kab. Indragiri Hulu

16. Yulius – Pusat Riset Kelautan, BRSDM KP, Kementerian Kelautan dan Perikanan

17. Rini Rahmania - Pusat Riset Kelautan, BRSDM KP, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebelum melalui kegiatan belajar. Semoga diklat ini membuka pintu dan peluang bagi peningkatan pemanfaatan IG di daerah, sehingga nantinya semua proses perencanaan pembangunan di daerah dilaksanakan dengan berdasar pada IG yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. (ME/LR)