Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kunjungan JUPEM Malaysia ke BIG

Cibinong, Berita Geospasial - Secara lokasi geografis, Indonesia berbatasan dengan beberapa negara, baik dari wilayah darat maupun laut total ada 10 negara yang berbatasan dengan Indonesia, antara lain : India, Thailand, Republik Palau, Timor Leste, Singapura, Australia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Malaysia. Adapun terkait Malaysia, Indonesia bertetangga dengan Malaysia di wilayah laut dan darat. Untuk laut, Indonesia dan Malaysia berbatasan di Selat Malaka serta Laut Sulawesi, sementara di darat berbatasan di Pulau Borneo/ Kalimantan. Kondisi ini mengharuskan adanya penetapan batas wilayah yang jelas, hasil dari kesepakatan antara kedua belah pihak. Tak heran, kedua negara ini sering bertemu untuk merundingkan masalah perbatasan yang memang memerlukan perundingan panjang.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga yang berperan sebagai tim teknis dalam penetapan batas negara antara Indonesia dengan negara lain yang berbatasan dengan Indonesia, termasuk dengan Malaysia. Data-data teknis hasil pengukuran di lapangan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam penentuan batas wilayah yang ditentukan secara politis dengan diplomasi masing-masing utusan kedua negara. Sementara dalam perundingan antara kedua negara, dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri, BIG berperan dalam menyediakan data geospasial sebagai data dukung dalam perundingan tersebut.

Kali ini diantara rangkaian kegiatan pembahasan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia, BIG menerima 3 orang dari Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM) pada hari Rabu, 19 April 2017 lalu. Tim dari JUPEM ini adalah Fahruddin bin Mokhtaram, Mohd. Johari bin Md. Sharif dan Zahari bin Zamlope yang ingin mengetahui teknologi pemetaan di BIG. Ini tentunya sebagai studi banding tim JUPEM Malaysia untuk mengetahui proses pengolahan citra serta perbandingan sistemnya seperti apa dengan Indonesia.

Tim dari JUPEM malaysia ini diterima oleh tim dari Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) dan Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG di gedung R Pusat PPRT BIG, di Cibinong. Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Besar BIG, Ade Komara Mulyana hadir menjelaskan tentang tahapan-tahapan dan software apa aja yang digunakan di BIG untuk membuat peta dasar skala besar. Tim dari JUPEM Malaysia terlihat tertarik dengan teknologi pemetaan yang digunakan di BIG. Pertemuan pun dilanjutkan dengan diskusi antara kedua pihak. Semoga dua negara satu rumpun ini tetap rukun, serta menjadikan batas bukan sebagai pemisah, melainkan menjadi pemersatu. (ATM/LR)