Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kapus PPKS BIG Buka Diklat ToT Pembelajaran Orang Dewasa dan Diklat Surta Tingkat Terampil

Manusia adalah makhluk berbudi dan berakal yang terus mau belajar. Itulah yang mengakibatkan manusia bisa bertahan dan mengembangkan sarana kehidupan di dunia ini guna memenuhi kebutuhan manusia, termasuk dalam bidang Informasi Geospasial (IG). Kini di zaman yang serba cepat dengan arus informasi yang sedemikian padat, perkembangan yang ada harus dimanfaatkan secara optimal dan proporsional. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai satu-satunya lembaga yang diamanahi UU no. 4 Tahun 2011 tentang IG untuk membina IG, bersiap diri mendidik anak negeri untuk melek dan mengenal IG secara lebih jauh. Hal itu terlihat dari beragam jenis diklat yang diadakan, diantaranya adalah Diklat ToT Pembelajaran Orang Dewasa Periode 6-10 Maret 2017 dan Diklat Fungsional Surta Tingkat Terampil Periode 6-17 Maret 2017 yang acara pembukaannya diadakan pada hari Senin, 6 maret 2017, di Balai Diklat Geospasial BIG, Cibinong.

Pada awal acara pembukaan, Kepala Balai Diklat Geospasial BIG, Dadang Arifin dalam laporannya menyebutkan bahwa Diklat ToT Pembelajaran Orang Dewasa dilaksanakan Balai Diklat Geospasial BIG guna membekali para pengajar berbagai kemampuan tentang teknik-teknik fasilitasi atau pembelajaran orang dewasa yang efektif dan menyenangkan bagi peserta pelatihan. Sementara terkait Diklat Surta Tingkat Terampil, Dadang menyebutkan bahwa tujuannya adalah untuk membekali peserta dengan wawasan fungsional surta, sehingga dapat memudahkan untuk menjadi pejabat fungsional surta.

Jumlah peserta diklat ToT Pembelajaran Orang Dewasa adalah 17 orang, yang kesemuanya dari BIG dengan tenaga pengajar dari Program Pasca Sarjana Universitas Pakuan (Unpak), sementara peserta Diklat Surta Tingkat Terampil adalah 32 orang yang berasal dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Setelah itu, Plt. Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar BPN, Herjon C.M Panggabean dalam sambutannya menyebutkan bahwa ke depan, pemerintah berperan sebagai regulator, bukan lagi operator. Jadi, pegawai BPN mensupervisi swasta sebagai operator pembuatan sertifikat tanah di seluruh Indonesia. “Sejak BPN berdiri sekitar tahun 1960-an sampai sekarang tahun 2017, jumlah tanah di Indonesia yang sudah bersertikat baru sekitar 45%. Padahal, target tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar dan bersertifikat. Sertifikat tanah berguna untuk kepastian investasi. Oleh karena itu, ikuti diklat surta ini dengan sebaik-baiknya”, pungkas Herjon.

Lebih lanjut, Wiwin Ambarwulan sebagai Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPPKS) BIG dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah widyaiswara di BIG hanya ada 8 (delapan) orang, sementara jumlah dan frekuensi diklat IG sangat banyak. Jadi, untuk mengakali jika peserta diklat IG sedang banyak, akan meminta bantuan kepada peneliti dan surta untuk membantu mengajar IG. BIG banyak diminta pemerintah daerah untuk mengerjakan pekerjaan pemetaan di daerah. Dengan adanya pejabat fungsional surta di daerah, diharapkan bisa membantu BIG untuk mengerjakannya.

Wiwin menambahkan bahwa ke depannya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memegang jabatan fungsional, baik sebagai surta, peneliti, dan lain sebagainya. “Dewasa ini jenis pekerjaan IG juga semakin banyak, harapannya ke depannya BIG, Kementerian Agraria dan tata Ruang (ATR)/ BPN dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat duduk bersama untuk membahas tentang jabatan fungsional surta”, ungkap Wiwin. Ini karena banyak ASN dengan jabatan fungsional surta di ketiga instansi ini. Secara resmi Wiwin kemudian membuka acara tanda dimulainya Diklat ToT Pembelajaran Orang Dewasa dan Diklat Surta Tingkat Terampil. Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama antara para peserta dengan para widiyaiswara. (ATM/LR)