Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Ka. Balai Diklat Geospasial BIG Buka Diklat SIG Tingkat Dasar dan Penataan Batas Wilayah

Cibinong, Berita Geospasial - Manusia yang terbaik adalah yang memlejari ilmu, mengamalkan dan mengajarkan ilmu itu kepada orang lain. Demikian halnya dengan suatu instansi. Instansi yang terbaik adalah mengajarkan pihak lain terkait ilmu dimana instansi itu bergerak. Inilah yang kemudian mengilhami Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengadakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) tentang Informasi Geospasial (IG) kepada setiap orang dari instansi lain baik pemerintah maupun swasta untuk mengenal lebih jauh apa itu IG.

BIG melalui Balai Diklat Geospasialnya terus berupaya secara proaktif untuk mengenalkan IG melalui berbagai jenis diklat yang diadakan kepada banyak pihak. Tentunya, untuk lebih melibatkan banyak pihak terutama di daerah untuk berperan aktif dalam mengerjakan tugas besar memetakan seluruh wilayah di Indonesia dengan berbagai skala dan memanfaatkannya untuk berbagai tahapan pembangunan untuk kemaslahatan hidup bersama.

Salah satu contohnya adalah Balai Diklat Geospasial BIG mengadakan Diklat SIG Tingkat Dasar Periode 20 - 31 Maret 2017 dan Diklat Penataan Batas Wilayah periode 20 - 24 Maret 2017 yang dibuka secara resmi pada Senin, 20 Maret 2017. Di awal acara, Kepala Seksi Perpustakaan dan Sarana BIG, Enjang Faridl sebagai Ketua Pelaksana Diklat melaporkan bahwa diklat SIG tingkat dasar kali ini diikuti oleh 19 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi di DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Kabupaten Halmahera, Provinsi Riau, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Bangka.

Sementara Diklat Penataan Batas Wilayah sendiri, pesertanya semua berasalh dari Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah dengan jumlah peserta 19 orang juga. Lebih lanjut, Enjang Faridl menyebutkan bahwa sertifikat akan diberikan jika peserta memenuhi syarat dari segi kehadiran minimal mencapai 90 %  dan mencapai nilai cukup dari hasil evaluluasi. Adapun pembiayaan berasal dari PNBP sesuai PP tarif PNBP no. 64 Tahun 2016.

Kepala Balai Diklat Geospasial, Dadang Arifin kemudian membuka secara resmi kedua jenis diklat IG ini. Dalam sambutannya, Dadang menyampaikan bahwa saat ini, penyelesaian permasalahan batas khususnya batas wilayah administrasi daerah masih sangat minim. Salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam upaya percepatan penataan batas wilayah ini adalah masih terbatasnya SDM terutama yang di daerah yang memahami penataan batas wilayah.

Dadang menambahkaan bahwa tugas penataan batas ini, jelas membutuhkan SDM yang mendukung pelaksanaan tugas dengan baik, disamping gukungan dari fasilitas-fasilitas yang ada. Oleh karena itulah, Balai Diklat Geospasial BIG mengadakan diklat penataan batas wilayah ini untuk membantu menyiapkan SDM yang memahami banyak hal yang dibutuhkan dalam melakukan penataan batas.

Sementara tentang diklat SIG tingkat dasar, Dadang menyebutkan bahwa SIG dewasa ini sudah semakin dikenal oleh masyarakat luas. SIG ini disadari atau tidak telah banyak brsentuhan dengan aktifitas kita, tapi belum banyak orang yang memahaminya. Di smartphone misalnya, ada aplikasi yang  berkaitan dengan SIG. SIG sangat dibutuhkan dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, manajemen bencana dan lain sebagainya. “Diharapkan, setelah mengikuti diklat SIG tingkat dasar ini, peserta mampu membuat peta, membangun basis data atribut serta menyusun tata letak peta.”, pungkasnya. (ATM)