Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Inovasi Kabupaten/Kota Dalam Pemanfaatan IG

Cibinong, Berita Geospasial - Pemanfaatan Informasi Geospasial (IG)  merupakan perwujudan mandat Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang IG yang sangat penting untuk dilaksanakan. Hingga saat ini pemanfaatan IG semakin meningkat seiring dengan ketersediaan data IG Dasar dan IG Tematik yang semakin lengkap. Kedepannya pemanfaatan IGD dan IGT diharapkan akan semakin luas. Aplikasi berbasis IG juga telah banyak diluncurkan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia, tetapi sayangnya saat ini masih terbatas dalam proses pengumpulan, proses pengolahan, proses pengelolaan, dan proses penyebarluasan. Fakta yang ada saat ini masih menunjukkan jika pemanfaatan DG/IG masih belum secara optimal, hambatan-hambatan yang dapat diidentifikasi antara lain masih ada data/informasi yang belum terintegrasi DG/IG; kurangnya kompetensi SDM IG yang mengelola simpul jaringan baik dari sisi kualitas ataupun kuantitas; serta lemahnya peraturan/SOP dalam prosedur mendapatkan atau melakukan update DG/IG.

Untuk itu Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyelenggara utama IG Dasar di Indonesia menyelenggarakan Penghargaan Inovasi Pemanfaatan IG di tahun 2017 bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang telah berhasil melakukan upaya inovatif pemanfaatan IG dalam tata kelola pemerintahannya. Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya penilaian yang obyektif, terukur serta terbuka terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang berhasil melakukan inovasi pemanfaatan IG. Apresiasi terhadap inovasi pemanfaatan IG akan diberikan kepada 6 Pemerintah Kabupaten/Kota. Saat ini telah terpilih 10 peserta terbaik hasil Penilaian Tahap 1. Untuk keperluan penilaian Tahap 2, BIG dan Tim Juri akan melakukan verifikasi dalam bentuk Focussed Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada hari Rabu, 6 September 2017.

Dalam sambutannya, Deputi bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG), Adi Rusmanto menjelaskan bahwa Lomba Penghargaan Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial dilakukan dengan 3 tahap penilaian dan tahap terakhir adalah pleno untuk menentukan 6 Pemerintah Kabupaten/Kota terbaik yang berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan IG. Lomba ini diikuti oleh  25 Kabupaten/Kota peserta. Prosesnya sendiri dimulai dengan pendaftaran yang dilakukan sejak awal tahun 2017 dan ditutup pada tanggal 21 Agustus 2017. “Dari 25 kabupaten/kota tersebut kemudian dilakukan penilaian awal oleh dewan juri pada tanggal 26-27 Agustus yang menghasilkan 10 Kabupaten/Kota terbaik, yaitu : Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bogor, Kabupaten Jepara, Kota Manado, Kota Pekanbaru, Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kota Surabaya, dan Kabupaten Temanggung”, jelasnya.

Setelah terpilih, 10 inovasi dari daerah ini akan disaring lagi untuk mendapatkan 6 besar terbaik. Proses seleksi dilaksanakan pada tanggal 6 September 2017 di kantor BIG yang bertempat di Cibinong. Pada proses seleksi dilakukan presentasi dan demo inovasi dari perwakilan tiap daerah yang masuk 10 besar kepada BIG. Maksud dari penyaringan hingga 6 besar ini bukan untuk membandingkan, namun untuk melihat inovasi mana yang patut dicontoh atau dikembangkan di tempat lain. Lalu 6 terbaik ini akan masuk ke dalam penilaian berikutnya yaitu validasi/kunjungan lapangan yang akan dilaksanakan pada 11 hingga 12 September 2017.

“Adapun dua permasalahan utama yang dihadapi adalah sosialisasi terhadap lomba ini masih kurang, serta bisa jadi pemahaman terhadap Informasi Geospasial ini masih rendah”, tandas Adi Rusmanto kepada peserta. Kedua hal tersebut merupakan tantangan bagi BIG untuk meningkatkan literasi IG agar lebih luas. Dalam sambutannya Adi Rusmanto menambahkan, “Dengan 25 daerah ini sebenarnya masih sangat kurang. Saya evaluasi inovasi IG masih kurang seksi dibanding dengan inovasi pilkada serentak, sehingga dua kali kita mengirimkan surat ke daerah dengan jumlah 600 kabupaten/kota hanya 25 yang memberikan respon”. Oleh karena itu sebagai bentuk penghargaan bagi semua semua peserta yang telah ikut berpartisipasi di dalam acara ini, nanti ke-25 inovasi yang telah masuk akan disusun kedalam bentuk Buku dengan tema 25 Inovasi Terbaik Bidang Informasi Geospasial yang akan diluncurkan dan diberikan secara gratis di acara puncak Hari Informasi Geospasial pada 17 Oktober 2017 nanti.

Semoga acara penghargaan inovasi pemanfaatan IG ini bisa mendorong pemanfaatan IG dalam tata kelola pemerintahan K/L atau Pemda yang ada di Indonesia. Berikut daftar inovasi pemanfaatan IG Kabupaten/Kota yang mengikuti sesi FGD di BIG :

 

No Nama Kabupaten/Kota Nama Inovasi
1. Kota Bandung Bandung Smart Map
2. Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi Geographic Information System (Bagoes)
3. Kota Bogor
Sistem Informasi Perencanaan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang (SIP3R)
4. Kabupaten Jepara
e-SINGMANTAP
5. Kota Manado
Digitasi Data dan Informasi Berbasis Geospasial Terpadu dan Terkoneksi Kotaku Manado (diKomando)
6. Kota Pekanbaru
Redefine Rumbai Optimizing Service (Redrose)
7. Kota Semarang Penanganan Keluhan Masyarakat Dalam Proses Keterangan Rencana Kota (KRK) Melalui Teknologi Informasi Geospasial
8. Kabupaten Sragen IBU SUKOWATI (Informasi Bumi Sukowati)
9. Kota Surabaya Surabaya Integrated Geogrphic Information System (e-SIGIS), Peta Peruntukan/C-Map, Pengelolaan Tanah Aset Pemerintah Kota Surabaya Berbasis Web Informasi Geospasial, Web SIAGA (Sistem Informasi Cepat Tanggap) 112
10. Kabupaten Temanggung Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah Kabupaten Temanggung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(KA/LR)