Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Workshop Geospasial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tekankan Pemanfaatan IG untuk Menunjang Pembangunan Daerah

Bangka Belitung, Berita Geospasial - Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres-RI) Nomor 9  Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1: 50.000, serta sebagai bentuk perwujudan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam mengemban amanah Undang-undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG), maka dilaksanakan Workshop Geospasial dengan tema ‘Pemanfaatan IG untuk Menunjang Pembangunan Daerah’ di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Selasa, tanggal 25 Juli 2017.

Tujuan dari pelaksanaan Workshop Geospasial yang berlangsung di Hotel Novotel ini adalah dalam rangka untuk mensosialisasikan regulasi, kebijakan, peraturan, program, dan produk-produk terkait dengan IG. Adapun Workshop Geospasial adalah salah satu kegiatan prioritas dari BIG dalam rangka menyosialisasikan semua tugas dan fungsi BIG sebagai penyelenggara utama IG Dasar di Indonesia. Sebagai rangkaian dari kegiatan Workshop Geospasial ini diselenggarakan pula Pendampingan Pembangunan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Provinsi Bangka Belitung, Kuliah Umum di Universitas Bangka Belitung, Roadshow Geospasial dan Workshop untuk MGMP Geografi di SMAN 1 Pangkalpinang, mulai dari tanggal 25-28 Juli 2017, sehingga disebut sebagai Geospatial Week di Pangkalpinang,  Bangka Belitung.

Workshop Geospasial kali ini dilaksanakan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan perwakilan SKPD yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta rombongan dari BIG, seperti : Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin, beserta perwakilan dari beberapa unit teknis yang ada di BIG. Bertempat di Novotel Bangka, Pangkal Pinang, BIG melaksanakan Workshop Geospasial yang diawali dengan Laporan Ketua Panitia, Wiwin Ambarwulan, Kepala Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama BIG.

Wiwin mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran kurang lebih 150 orang peserta termasuk panitia, yang terdiri dari seluruh Perangkat Daerah yang berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akademisi dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi dan juga sekolah menengah atas, serta praktisi di bidang IG. “Dalam workshop ini akan disampaikan berbagai kegiatan penyelenggaraan IG, antara lain : pemetaan rupabumi skala besar, pemetaan kelautan, pemetaan tata ruang wilayah, juga akan dijelaskan secara global bagaimana pembangunan simpul jaringan dan ina-geoportal sebagai sarana berbagi pakai informasi geospasial”, ungkapnya. 

Disampaikan juga bahwa pada Workshop Geospasial kali ini akan dijelaskan mengenai pemetaan cepat kebencanaan dengan mengambil contoh Banjir di Belitung, yang baru terjadi beberapa waktu yang lalu. “Yang tidak kalah pentingnya adalah implementasi dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang IG, oleh karena itu hari ini, bapak ibu sekalian juga akan mendengarkan bagaimana insentif dan sanksi di bidang IG, yang akan disampaikan oleh Bagian Hukum BIG”, ujar Wiwin kepada peserta. Muara dari penyelenggaraan IG adalah IG yang dapat dimanfaatkan untuk semuanya. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini BIG turut menyerahkan produknya untuk Arsip Daerah di Provinsi Kep. Babel.

Acara kemudian dibuka dengan sambutan oleh Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin. “Geospasial ini satu kegiatan yang sangat penting ya, bahkan Bappenas itu tidak akan menyetujui semua program pembangunan jika tidak punya fokus spasialnya. Pasti ditolak. Misalnya pembangunan jalan 100 km di Bangka Belitung, harus terlihat dari mana ke mana, dilihat letaknya.” ujar Hasanuddin, Kepala BIG pada sambutannya.

Disampaikan juga bahwa pada kesempatan ini dilaksanakan koordinasi dan diskusi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung yang dilaksanakan dalam rangka menjalankan UU No. 4 Tahun 2011, tentang IG dan UU No. 43 Th 2009 tentang Kearsipan. Pada UU disebutkan bahwa ‘Instansi Pemerintah menyerahkan duplikat IGT yang diselenggarakannya kepada Instansi Pemerintah yang bertanggung jawab di bidang perpustakaan nasional dan di bidang arsip nasional dan dapat mengaksesnya kembali’. Hasanuddin menjelaskan bahwa, “Untuk melaksanakan ketentuan perundangan tersebut, BIG sebagai penyelenggara IG nasional menyerahkan produk IG yang tercipta kepada Pemerintah Provinsi termasuk Lembaga Kearsipan dan Perpustakaan  untuk disimpan dan dikelola sesuai ketentuan perundangan-undangan”.

Selain itu, pada tahun 2016, BIG sudah memulai kerja sama dengan Pemprov Bangka Belitung dengan ditandatanganainya Kesepahaman Bersama pada 17 Oktober 2016 yang lalu. Kemudian di bulan Maret 2017, sudah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pembangunan Simpul Jaringan. Beberapa kegiatan teknis BIG juga banyak dilakukan di Provinsi Bangka Belitung antara lain : Survei Inventarisasi Pulau pada bulan April 2017; Verifikasi dan Pembakuan Nama Pulau (87 Pulau) pada bulan Mei; dan Survei Pemutakhiran Jaring Kontrol Geodesi pada bulan Juli 2017.

“Selanjutnya, dalam rangka pengembangan Simpul JIGN mulai besok untuk 2 hari ke depan, akan juga diselenggarakan Penguatan Pembangunan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Prov. Babel di sini. Dengan adanya workshop tersebut diharapkan jaringan informasi geospasial di Prov. Babel dapat terbangun dan terhubung dalam JIGN”, jelas Hasanuddin. Hingga saat ini yang sudah terhubung dengan simpul jaringan sebanyak 75 simpul jaringan (SJ) di K/L 28 SJ, Pemda 47 SJ, Prov. 23 SJ, dan Kab./Kota 24 SJ. Menjadi tantangan bersama untuk menghubungkan semua simpul jaringan di semua K/L dan Pemda yang jumlahnya lebih dari 600, dan apabila sudah terhubung, proses berbagi pakai IG dapat berjalan lancar.

Untuk pembangunan SDM bidang IG, BIG telah bekerja sama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) terkait pembangunan PPIDS (Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial) di awal tahun 2017. PPIDS merupakan perpanjangan tangan BIG untuk membangun infrastruktur IG, termasuk di dalamnya peningkatan SDM bidang IG. SDM IG dan Industri IG sampai saat ini belum memenuhi kebutuhan penyelenggaraan IG di Indonesia. Dengan adanya PPIDS di UBB ini, maka ke depannya diharapkan verifikasi tata ruang, pemetaan batas wilayah, maupun penyelenggaraan IG lainnya di Provinsi Bangka Belitung dapat berkonsultasi dengan PPIDS di UBB. Saat ini, BIG dibantu oleh Kelompok Kerja Penilaian Kesesuaian (KKPK) telah mempersiapkan sistem penilaian kesesuaian bidang IG. Diharapkan tahun ini sudah dapat mulai dilakukan akreditasi Lembaga Sertifikasi Tenaga Profesional dan Lembaga Sertifikasi Penyedia Jasa bidang IG. “Akreditasi lembaga pelatihan/kursus, lembaga sertifikasi produk, dan lembaga sertifikasi instrumentasi IG akan menyusul secepatnya, dan diharapkan dapat dimulai tahun depan”, ujarnya.

Proses sertifikasi bidang IG bukanlah pekerjaan ringan, memerlukan integritas tinggi dan kemampuan teknis yang teruji. Kita tidak boleh tertinggal oleh negara lain dalam kegiatan sertifikasi IG. Jika kita tertinggal dalam kegiatan sertifikasi bidang IG ini, bisa jadi pekerjaan-pekerjaan IG nasional yang besar ini akan dikerjakan oleh tenaga-tenaga profesional surveyor asing. Jika kita terus melakukan pembangunan dan penguatan sistem sertifikasi bidang IG, maka kita tidak akan khawatir dengan globalisasi tenaga profesional surveyor, bahkan kita harus dapat mengambil manfaat secara signifikan. Berikutnya adalah kegiatan Roadshow Geospasial di SMAN I Pangkalpinang yang  akan diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2017. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada putra putri sekolah untuk berpikir secara spasial, diantaranya pemanfaatan peta untuk berbagai keperluan.  Kegiatan ini selalu dilaksanakan berkelanjutan dengan kegiatan workshop ataupun desiminasi IG lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Yan Megawandi, Sekretaris Daerah Prov. Kep. Babel. Disampaikan permohonan maafnya atas ketidakhadiran Gubernur Prov. Kep. Babel yang masih berada di Pulau Belitung terkait bencana banjir yang terjadi baru-baru ini, dan masih dalam situasi tanggap darurat sampai tanggal 26 Juli 2017. Yan menyampaikan harapannya agar para peserta yang hadir dapat memanfaatkan sampai batas optimal kehadiran BIG di Prov. Kep. Babel ini. “Kepala BIG sudah memerintahkan jajarannya untuk melayani daerah, mari kita manfaatkan sampai batas optimal kita mampu serap. Sehingga tumbuh menjadi tali silahturahmi dengan warga BIG”, demikian disampaikan Yan.

Diungkapkan bahwa selama ini perencanaan pembangunan lebih banyak menggunakan data-data yang sifatnya tabulasi dan kualitatif, seharusnya digunakan data spasial juga supaya daerah tahu persis persoalan yang dihadapi di masing-masing wilayah dengan melibatkan semua sektor pemerintahan. Yan menambahkan bahwa Prov. Kep. Babel memiliki potensi perikanan, pariwisata dan pertambangan yang baik. Dengan data spasial yang baik, maka semua potensi tersebut akan mampu dimaksimalkan demi kepentingan bersama.

Setelah sambutan dari Sekda Prov. Kep. Babel, acara diteruskan dengan penyerahan peta dan produk BIG yang diperuntukkan sebagai arsip IG di Prov. Kep. Babel serta foto bersama. Menyusul kemudian adalah konferensi pers, dimana sudah ada wartawan yang telah menunggu para narasumber. Acara pun masuk ke dalam rangkaian acara inti yang diawali dengan materi dari pembicara kunci Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin terkait tema pada hari itu, yaitu ‘Pemanfaatan IG untuk Menunjang Pembangunan Daerah’. Dipaparkan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang besar, jika dapat dibentangkan, besarnya dari London, Inggris hingga Baghdad, Irak. Untuk itu dalam setiap perencanaan pembangunannya, IG diperlukan setiap dalam tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Menurut Deputi Pembangunan Regional, Bappenas RI, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 3 adalah dengan memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekanan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta berkemampuan IPTEK.

Dalam paparannya Kepala BIG menyampaikan bahwa arah kebijakan untuk pembangunan regional, IG diperlukan untuk implementasi kebijakan pembangunan secara efisien dan efektif. Dimulai dari pembangunan kawasan dan perbatasan dan daerah tertinggal, lalu pembangunan desa, lalu reforma agraria, lalu mitigasi dan adaptasi bencana, dan percepatan pembangunan Papua. BIG memastikan bahwa ketersediaan IG yang akurat, dan terpercaya agar meningkatkan pengambilan keputusan lebih efisien, efektif, dan komunikatif. Peran BIG dalam perencanaan pembangunan adalah dengan perencanaan dasar data spasial.

Untuk IG Tematik Prov. Kep. Babel, BIG menyediakan Peta Penutup Lahan, Peta Ekosistem Lahan Basah, Peta Karakteristik Oseanografi Perairan Dangkal, Peta Morfometri, Peta Sistem Lahan, Peta Mangrove, Peta Neraca Sumberdaya Hutan, Peta Multirawan Bencana, dan Peta Terumbu Karang. Peta penutup dan penggunaan lahan merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan kondisi dan kualitas lingkungan suatu wilayah, menggambarkan kondisi terkini kegiatan pemanfaatan lingkungan secara spasial oleh penduduk sekaligus menggambarkan tekanan penduduk terhadap lingkungannya, serta informasi penting dalam penataan ruang.

Kemudian sesi berikutnya ada diskusi panel sesi pertama dengan narasumber : Ade Komara Mulyana, Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Besar BIG, tentang Peran Informasi Geospasial dalam Perencanaan Pembangunan; Akbar Hiznu Mawanda, Kepala Subbagian Bantuan Hukum BIG, terkait Insentif dan Sanksi di bid. IG. Lalu sesi kedua pembicaranya adalah Yosef Dwi Sigit Purnomo, Kepala Bidang Pemetaan Lingkungan Pantai BIG mengenai ‘Penyediaan Peta LPI dan LLN untuk Pembangunan di Daerah; Marhensa Aditya Hadi, Staf Bidang Pemetaan Tata Ruang BIG, Asistensi dan Supervisi dari BIG dalam penyusunan peta rencana tata ruang sebagai amanat dari PP 8/2013 dan Penerapan One Map Policy di Bidang Tata Ruang; Andi Renaldi, Staf Bidang Standardisasi Penyelenggaraan IG BIG, tentang JIGN.

Setelah itu acara diteruskan dengan workshop yang menghadirkan 2 narasumber, yaitu Yudha Setya Nugroho, Staf Bidang Penyebarluasan IG BIG tentang Demo Ina-Geoportal dan Ferrari Pinem, Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim terkait pemetaan cepat kebencanaan. Pada setiap akhir diskusi panel diselingi dengan sesi tanya jawab dengan peserta. Para peserta terlihat antusias untuk bertanya. Apa yang dipesankan oleh Sekda Prov. Kep. Babel pada sambutan agar memanfaatkan keberadaan BIG di Prov. Kep. Babel sebaik mungkin, benar-benar dilaksanakan oleh para peserta perwakilan dari Pemprov, Bappeda, dan SKPD yang ada di Prov. Kep. Babel.

 

Pada kesempatan itu juga terdapat klinik geospasial, yang terdiri dari berbagai unit teknis yang ada di BIG, para peserta dapat berkonsultasi berbagai hal tentang penyelenggaraan IG seperti pemetaan tata ruang, pemetaan batas wilayah, pemetaan skala besar, diklat geospasial, layanan jasa dan produk BIG dan sebagainya kepada para perwakilan dari BIG yang hadir. Pada workshop ini, para peserta yang hadir juga diberikan atlas dinding untuk wilayah Prov. Kep. Babel dengan berbagai skala, untuk wilayah 1 kota dan 3 kabupaten yang ada di Prov. Kep. Babel. Mereka terlihat antusias dengan kehadiran dari BIG ini, semoga semangat pada acara workshop ini dapat menular sampai ke acara berikutnya, dan semakin meningkatkan pemanfaatan IG dalam perencanaan pembangunan di daerah Prov. Kep. Babel. (MF/LR)