Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Tingkatkan Standar Pelayanan, BIG Gelar Kompetisi Face of BIG dan Greetings

Cibinong, Berita Geospasial – Pada hari Senin, tanggal 20 Maret 2017, Badan Informasi Geospasial (BIG) menyelenggarakan Workshop Pelayanan Publik yang dihadiri oleh para staf BIG, termasuk dihadiri pula oleh Kepala BIG, Hasanuddin Z Abidin. Acara workshop tersebut diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembacaan doa. Workshop kali ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang ada di BIG, seiring dengan ditetapkannya Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Kepala BIG pun memberikan sambutan pembuka dalam workshop, disampaikan bahwaWorkshop yang diselenggarakan oleh BIG ini merupakan tanggapan dari terbitnya Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Saya harapkan ke depan BIG akan semakin kuat dengan berbekal mental yang lebih tangguh. Harapannya, seluruh staf BIG mampu memberikan kontribusi terbaiknya dan menjadi teladan bagi (instansi) lainnya”. Ada 5 program gerakan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental tersebut, yaitu : Program Gerakan Indonesia Melayani; Program Gerakan Indonesia Tertib; Program Gerakan Indonesia Bersih; Program Gerakan Indonesia Mandiri; dan Program Gerakan Indonesia Bersatu.

Pada kesempatan kali ini BIG menyelenggarakan Program Gerakan Indonesia Melayani, dengan tajuk Pekan BIG Melayani. Dimana ada 5 kegiatan yang akan diselenggarakan BIG mulai dari tanggal 20-24 Maret 2016. Rangkaian acara tersebut diawali dengan Workshop Pelayanan Publik yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2016, kemudian dilanjutkan dengan BIG Goes to Library, BIG Goes to Pesantren, BIG Goes to Kampoeng, lalu ditutup senam bersama seluruh staf BIG pada hari Jumat nantinya.

Setelah memberikan kata sambutan, Kepala BIG pun membuka secara resmi Workshop Pelayanan Publik. Ada dua pemateri utama yang dihadirkan dalam workshop bertajuk “Revolusi Mental” tersebut. Pemateri pertama adalah perwakilan dari Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-BR), yaitu Damayanti Tyastianti, yang menjelaskan pentingnya kegiatan revolusi mental. Lalu materi kedua yang membahas tentang “Revolusi Mental Menuju Indonesia Emas” dibawakan oleh Ketua Komite Independen Revolusi Mental, Suwarno Putronegoro.

Workshop Pelayanan Publik diteruskan dengan pemaparan dari Ikacha Ibrahim yang merupakan Trainer of Public Service. Kehadiran Ikacha di sini bukan untuk memaparkan materi, melainkan untuk menjelaskan bahwa akan ada penilaian pelayanan publik bagi staf BIG yang ditujukan sebagai penyempurna workshop Pelayan Publik. Berkaitan dengan Gerakan BIG Melayani ini, BIG akan menyelenggarakan lomba Face of BIG dan Greetings selama sepekan ini. Kompetisi ini merupakan kontes pelayanan untuk 50 orang staf BIG. Dimana nantinya akan dipilih 3 orang dari masing-masing kategori untuk menjadi duta pelayanan publik. “Dengan adanya duta pelayanan publik ini diharapkan transformasi pelayanan di BIG dapat lebih baik lagi”, tandasnya.

 

Ikacha kemudian memberikan sedikit motivasi mengenai pentingnya dan manfaat dari pelayanan prima yang diberikan oleh staf pemerintahan kepada masyarakat.Transformational service adalah suatu bentuk pelayanan yang difokuskan kepada kebaikan dan perubahan menuju kualitas yang lebih baik”, papar Ikacha kepada para peserta. Dijelaskan pula bagaimana prinsip-prinsip yang harus dianut agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Empat langkah kunci untuk mencapai pelayanan yang baik : mengidentifikasi standar pelayanan, menetapkan tujuan pelayanan, mentransformasi pelayanan, dan mempertahankan standar pelayanan yang optimal.

Selain itu, dijelaskana pula bahwa integritas juga sangat penting dalam melaksanakan pelayanan publik. Ada 5 karakteristik yang penting untuk dimiliki dan dikembangkan, yaitu : karakter yang membawa misi kebaikan, selalu bersikap positif, aktif membina hubungan, senantiasa memberi lebih, serta menciptakan perbedaan dan kualitas hidup. “Selalu bersikap positif dan memberi lebih (kepada masyarakat) adalah bentuk pelayanan prima yang diberikan oleh pemerintah” tutupnya.

Selanjutnya, dilakukan dialog bersama antara para peserta workshop mengenai materi yang telah ditetapkan dengan para narasumber. Acara kemudian ditutup oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati pada pukul 12:00 WIB. “Saya harapkan pelayanan yang mampu diberikan BIG kepada masyarakat di masa yang akan datang akan semakin baik sehingga kebermanfaatan geospasial akan terasa lebih luas pada masyarakat”, jelas Titiek dalam penutupan workshop. Semoga workshop ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatan pelayanan publik yang prima di BIG. (MDP-LR).