Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG, BMKG, Kementerian PUPR, KKP, dan BNPB Bekerja Sama dalam Coastal Inundation Forecasting Demonstration Project Indonesia

Jakarta, Berita Geospasial BIG – Indonesia sebagai Negara maritime sangat rentan terhadap berbagai bencana, salah satunya banjir rob. Berkaitan dengan penanggulangan bencana banjir rob ini, Badan Informasu Geospasial (BIG) bersama BMKG dan kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya mengembangkan sistem peringatan dini melalui kegiatan Coastal Inundation Forecasting Demonstration Project Indonesia (CIFDP/I). Kegiatan ini dimulau sejak tahun 2013 atas asistensi dari WMO.

Pada tahun 2017 ini, BMKG menyelenggarakan Workshop CIFDP-I dari tanggal 29-31 Maret 2017 yang dirangkai dengan Seminar Banjir Rob dalam rangka memperingati HMD ke-67 BMKG pada tanggal 29 Maret 2017. Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Sistem Prakiraan dan Peringatan Dini Banjir Pesisir/Rob (Coastal Inundation).  Perjanjian kerja sama ini melibatkan 5 Kementerian/Lemabag, yaitu Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamikan BIG, Pusat Meteorologi Maritim BMK, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP dan Direktorat Kesiapsiagaan BNPB. Pada kesempatan tersebut, BIG diwakili oleh Antonius Bambang Wijanarko, Kepala Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika. Sistem ini akan diimplementasikan di Jakarta dan Semarang sebagai pilot project dengan pertimbangan kedua daerah tersebut memiliki dampak yang bergitu besar akibat adanya bencana rob ini.

Implementasi CFDP-Indonesia memiliki 5 fase, mulai dari fase persiapan, evaluasi hingga operasional. Mulai dari fase 0, BIG bersama BMKG serta K/L terkait lainnya telah bekerja sama dan berkolaborasi melalui berbagai kegiatan diantaranya FGD, seminar dan juga sharing data untuk dapat mewujudkan sistem CIFDP-I ini. Saat ini tahapan implementasi sudah memasuki fase ke-4 yaitu evaluasi sistem dan pra-operasional. Diharapkan pada rahun 2018 sistem sudah mulai beroperasi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, sistem ini dapat dijadikan sebagai Decision Support System (DSS) pada level kebijakan bidang bencana dan mitigasi, serta pembangunan wilayah pesisir khususnya di Jakarta dan Semarang.

Kegiatan Costal inundation Forecasting Demonstration Project Indonesia Phase 2 Review ini dihadiri oleh beberapa pembicara, yakni :

a.      Dr. sarah Grimes, Scientific officer JCOMM and GOOS, World Meteorogical Organization (WMO);

b.      Paul Dives, Chief Meteorogist UK Met Office;

c.       Dr. Kevin Horsburgh, Head of Marine Physics and Ocean Climate, Nerc National Oceanography Centre – UK;

d.      Dr. Graeme Smart, Principal Scientist – Natural Hazard and Hydrodynamics, Natioanl Institute of Water and Atmospheric Research – New Zealand

e.      Deepak Vatvani, Senior Advisor – Deltares. (RB/ATM)