Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

“Melanjutkan Program yang Baik, Meningkatkan yang Belum Optimal”

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Setelah Hasanuddin Zainal Abidin resmi dilantik menjadi Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) menggantikan Priyadi Kardono pada 5 Desember 2016 lalu, prosesi dilanjutkan dengan Serah terima Jabatan di Aula Utama BIG, Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 9 Desember 2016 lalu. Usai penyerahan memori akhir jabatan, Kepala BIG terlantik berjanji akan melanjutkan dan memperkuat program yang sudah baik serta meningkatkan yang belum optimal.

Seperti diketahui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, melantik Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof. DR. Ir. Hasanuddin Zainal Abidin, M.Sc. di Gedung Bappenas, Jakarta pada Senin, 5 Desember 2016. Acara pelantikan dihadiri oleh Kepala BKN, Bima Haria Wibisana; Rektor ITB, Prof. Dr.Ir. Kadarsah Suryadi; para pimpinan Bappenas dan para pimpinan BIG. Acara juga dihadiri mantan Kepala BIG, seperti Ir. Rudolf W Matindas, M.Sc. periode tahun 2002 hingga 2010, Dr. Asep Karsidi, M.Sc. periode tahun 2010 hingga 2014, dan Dr. Priyadi Kardono, M.Sc. periode tahun 2014 hingga 2016. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122/TPA Tahun 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dalam jabatan pimpinan tinggi utama lingkungan Kementerian PPN/Bappenas.

Sertijab dihadiri para Pejabat Eselon I BIG, seperti Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati; Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar BIG, Dodi Sukmayadi; Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BIG, Nurwadjedi; dan Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial BIG, Adi Rusmanto. Hadir juga para sejumlah Pejabat Eselon II dan sejumlah tamu undangan lainnya. Mulai dari Kepala Biro, Kepala Pusat, serta sejumlah staf, dan karyawan BIG.

Acara didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Endang Farid. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan memori akhir jabatan dari Kepala BIG periode 2014-2016, Priyadi Kardono, kepada Kepala BIG yang baru, Hasanuddin Zainal Abidin.

Dalam sambutannya, Kepala BIG periode 2014-2016 mengucapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara serah terima jabatan tersebut. Menurut Priyadi Kardono, serah terima jabatan atau dikenal sambut-pisah ini merupakan acara yang sangat ia tunggu-tunggu setelah pelantikan Kepala BIG. Ia juga mengucapkan rasa syukur karena penggantinya, Hasanuddin Zainal Abidin, yang ditunjuk setelah melalui tahapan panitia seleksi (Pansel) yang ketat dan cukup panjang, hingga sampai ke Tim Penilai Akhir (TPA) oleh Presiden Joko Widodo.

“Alhamdulillah, saya bersyukur, pengganti saya Pak Hasanuddin terpilih melalui Pansel. Berbeda dengan saya yang dunjuk langsung oleh Presiden. Ibarat pengadaan barang, saya ditunjuk langsung karena nilai di bawah 200 juta rupiah, sementara Pak Hasanuddin tentu nilainya lebih dari 200 juta rupiah karena melalui Pansel,” canda Priyadi Kardono sambil mencairkan suasana saat menyampaikan sambutannya.

Di sisi lain, lanjut Priyadi Kardono, penggantinya, Hasanuddin Zainal Abidin, adalah pimpinan yang memiliki latar belakang yang sangat baik. Sebab Hasanuddin Zainal Abidin pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni dan Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian-Institut Teknologi Bandung (FITB). “Pengalaman tersebut tentu sudah sangat cukup untuk menangani birokrasi,” jelas Priyado Kardono.

Selanjutnya, Priyado Kardono, mengharapkan agar pemimpin BIG yang baru dapat melanjutkan capaian baik yang telah diraih BIG. Diantaranya, keberhasilan BIG menaikkan status laporan keuangan BIG Tahun 2015 menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dari dua tahun sebelumnya yang mendapatkan penilaian disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ke depan Priyadi Kardono berharap Hasanuddin Zainal Abidin dapat mencapai target laporan keuangan yang lebih tinggi, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Mudah-mudahan tahun 2017, laporan keuangan BIG sudah dapat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian,” harapnya. Priyado Kardono juga merasa yakin pembangunan Masjid Al-Idris yang berada di kompleks BIG dapat berlanjut. “Alhamdulillah kita mendapatkan seorang kepala BIG yang sekaligus bisa menjadi imam di masjid kita,” kata Priyadi Kardono. Ia berkeyakinan, Hasanuddin Zainal Abidin dapat membawa BIG ke arah yang lebih baik lagi.

Di penghujung sambutannya, Priyadi Kardono tidak lupa mengucapkan terimaksihnya kepada seluruh jajaran pejabata Eselon I, II, II, IV serta semua staf dan karyawan BIG yang telah membantu selama kepemimpinannya. “Mohon maaf juga apabila ada kesalahan yang saya perbuat kepada para pejabat Eselon I, II, II, IV serta semua staf dan karyawan BIG yang telah membantu saya selama 22 bulan ini,” tegas Priyadi Kardono.

Setelah acara Sertijab dan penyerahan memori akhir jabatan, Priyadi Kardono mengatakan, dirinya akan tetap di BIG, menjadi peneliti BIG hingga enam tahun kedepan. “Sebagai staf, kapanpun dimintai bantuan Pak Kepala, saya selalu siap memberikan pemikiran,” tegas Priyadi Kardono menutup sambutannya.

Usai sambutan Kepala BIG periode 2014-2016, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala BIG yang baru dilantik, Hasanuddin Zainal Abidin. “Atas nama pribadi dan institusi, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Priyadi dan Ibu karena selama ini telah banyak menyumbangkan baktinya kepada Negara, membesarkan dan membangun BIG,” kata Hasanuddin Zainal Abidin, mengawali sambutannya.

Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin menyatakan, dirinya berharap agar Priyadi Kardono tetap memberikan masukan, sumbangsih pemikiran, dan masukan selama dirinya memimpin. “Pak Priyadi tetap kami harapkan masukan dan sumbangsih pemikirannya dalam membangun BIG karena Pak Habibie pernah mengatakan: Setiap orang dapat melampaui 10 kali lipat kepintaran dari orang yang lebih pintar dari kita, tetapi kita tidak dapat melampaui pengalaman atau masa hidup orang lain,” tuturnya.

Selanjutntya Hasanuddin Zainal Abidin berjanji akan melanjutkan program dan kegiatan yang sudah baik. “Program yang baik akan kita lanjutkan dan perkuat. Sementara yang belum optimal akan ditingkatkan dan program baru akan kita laksanakan,” ujarnya. Hasanuddin sependapat dengan Kepala BIG periode 2014-2016 untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah, mulai dari mewujudkan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), pemetaan desa hingga reforma agrarian. “Terus terang, apa yang diamanahkan kepad BIG semakin tambah berat, tapi insya Allah pahalanya juga akan semakin besar,” ungkapnya.

Terkait pengalamannya, Hasanuddin Zainal Abidin mengaku, pengalamannya di institusi perguruan tinggi tentu berbeda dengan lembaga birokrasi, seperti BIG. Namun ia berkeyakinan, kedua-duanya dapat ia jalani asalkan suasana  gayeng yang bermakna penuh semangat, jujur, ramah, menggembirakan, harmonis, dan hangat seperti di ITB dapat juga berlangsung di BIG. “Mudah-mudahan situasi yang Gayeng itu dapat juga saya temukan di BIG ini dengan membangun silaturrahmi sesama pegawai BIG untuk sama-sama membesarkan BIG,” tutur Hasanuddin Zainal Abidin, menutup sambutannya. (KA/LR)