Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Badan Informasi Geospasial (BIG) Kembali Menyelenggarakan Diklat Pemetaan Tata Ruang, Kerja Sama Antara Balai Diklat dengan NIRAS

Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali menyelenggarakan Diklat Pemetaan Tata Ruang, kerja sama antara Balai Diklat Geospasial BIG dengan NIRAS untuk periode 3 April – 13 April 2017, di Balai Diklat Geospasial BIG, Cibinong. Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2017 dengan dihadiri oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati. Turut hadir, Dadang Arifin, Kepala Balai Diklat Geospasial BIG.

Pemetaan tata ruang sudah menjadi hal yang sangat diperlukan untuk mengelola tata ruang baik tingkat provinsi kabupaten dan kota, hal tersebut tentunya sejalan juga dengan kebutuhan akan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten. Keberadaan SDM tersebut sangat dibutuhkan terutama dalam mengelola Informasi Geospasial (IG) dan mengoperasikan perangkat SIG. Sebagai badan yang menjadi penyelenggara tunggal IG dasar (IGD) di indonesia, BIG sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 2011 tentang IG, memiliki tugas untuk menyelenggarakan kegiatan diklat dibidang IG bagi para pemerintah daerah, K/L, swasta, maupun akademis yang berniat untuk memperdalam pengetahuannya tentang IG.

Dalam pembukaan diklat pemetaan tata ruang ini, hadir perwakilan dari NIRAS: Paul dan Carpeter, Lutfi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) , para kepala seksi di lingkungan balai diklat, dan para peserta diklat, beserta undangan. Acara pembukaan diawali dengan pembacaan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Dadang Arifin, selaku Kepala Balai Diklat Geospasial. Dadang menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti diklat pemetaan tata ruang sebanyak 34 orang yang  berasal dari berbagai  SKPD baik tingkat provinsi kabupaten/kota. Dari jumlah 34 peserta ini akan dibagi menjadi 2 kelas, dimana pada diklat pemetaan tata ruang ini peserta akan mendapatkan materi diklat yang terdiri dari 12 mata diklat seluruhnya berjumlah 84 jam pelajaran, salah satunya tentu saja terkait kebijakan IG dan tata ruang.

Dadang menyatakan tujuan dari diklat pemetaan tata ruang ini adalah untuk membekali peserta diklat dengan pengetahuan, wawasan dan keterampilan tentang pemetaan tata ruang dan mampu melakukan pemetaan yg berkaitan dengan pemetaan ruang. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga bisa mendapatkan sertifikat, dengan syarat kehadiran sekurang-kurangnya 90% dalam Diklat Pemetaan Tata Ruang ini. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan perwakilan dari NIRAS yang menyebutkan harapannya agar bangsa Indonesia memakai peta rupabumi (RBI) yang diselenggarakan BIG karena itu peta paling penting untuk tata ruang di negara indonesia.

Acara kemudian berlanjut  dengan sambutan yang dibawakan oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek suparwati. Ia menyambut dengan hangat kedatangan para peserta yang menyempatkan diri datang ke BIG untuk mempelajari tentang pemetaan tata ruang, ia sangat mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang untuk menjalankan diklat tersebut. Ia mengatakan bahwa dari tahun ke tahun rasa nya diklat makin baik dan meningkat, baik untuk dipusat maupun daerah, “Pemetaan tata ruang harus berbasiskan Informasi Geospasial (IG) dan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) “ ujar Titiek. Titik berharap peserta yang mengikuti diklat ini dapat mengaplikasikan apa yang di dapatkan dalam diklat tersebut kepada teman-teman di daerah masing-masing nantinya.

Kemudian Titiek mengetuk palu pertanda diklat dibuka. Acara pembukaan kemudian diakhiri dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan peserta, kemudian berfoto bersama di depan gedung Balai Diklat Geospasial BIG. Semoga ke depannya semakin banyak para insan lembaga atau daerah yang bersedia memperdalam ilmunya terkait IG dengan jalan mengikuti diklat di BIG. (TN/LR)